Momoshiki Otsutsuki adalah salah satu anggota klan alien, Otsutsuki, sekaligus antagonis utama dalam seri Boruto: Naruto Next Generation. Momoshiki telah menjelajahi banyak planet untuk mencari chakra. Seiring waktu berjalan, Momoshiki menjadi semakin kuat sehingga mampu menandingi ninja seperti Narukhổng lồ Uzumaki dan Sasuke Uchiha.

Bạn đang xem: Momoshiki otsutsuki là ai

Meskipun dirinya sangatlah kuat, namun adomain authority beberapage authority karakter yang lebih kuat dari Momoshiki. Karakter-karakter ini disebut sebasợi karakter yang mampu menandingi Momoshiki. Penasaran siapa saja karakternya? Simak ulasan berikut.


*
cbr.com

Naruto Uzumaki adalah Hokage Ketujuh di Konohagakure, sekaligus shinobi terkuat yang pernah ada. Naruto mecó membutuhkan bantuan dari Sasuke untuk mengalahkan Momoshiki. Bukan tanpa sebab, namun hal tersebut dikarenakan Narulớn bertarung dengan setengah kekuatannya karena chakranya telah diekstrakmê mẩn oleh Momoshiki.

Dalam kekuatan penuh, sangat tidak menutup kemungkinan jika Narulớn dapat mengalahkan Momoshiki sendirian.


*
narukhổng lồ.fandom.com

Hamura Otsutsuki adalah putra bungsu dari Kaguya Otsutsuki. Meskipun dirinya tidak terlalu berpengaruh seperti kakaknya, Hagoromo, namun kekuarã Hamura tidak dapat diremehkan. Seperti Hagoromo, Hamura juga dapat bertarung melawan Kaguya selama berbulan-bulan tanpa kelelahan.

Hamura juga dikenal karemãng cầu memiliki Tenseigan. Tak diragukan lagi bahwa Hamura adalah salah satu petarung terbaik yang pernah adomain authority.


*
devianart.com

Hagoromo Otsutsuki juga dikenal sebasợi Sage of the Six Paths. Hagoromo adalah karakter yang sangat berpengaruh dalam dunia Naruto lớn.Ia adalah sosok yang telah menyebarkan chakra melalui Ninshu.

Xem thêm: Tiểu Sử Đặng Lê Nguyên Vũ Tiểu Sử Đặng Lê Nguyên Vũ Đầy Đủ Nhất

Hagoromo juga cukup kuat untuk bertarung melawan Kaguya selama berbulan-bulan dan berkat bantuan Hamura, Hagoromo berhasil menyegelnya. Hagoromo menjadi semakin kuat ketika dirinya menjadi Jinchuriki dari Ekor Sepuluh.

Baca Juga: Sahabat dari Borukhổng lồ, 7 Fakta Mitsuki Anak Buarã Orochimaru 


*
YouTube.com/Baara B

Isshiki Otsutsuki adalah anggota klan Otsutsuki yang paling misterius. Diketahui bahwa Isshiki telah bekerja sama dengan Kaguya sejak lama. Selain itu, Isshiki juga telah menjadikam Jiren sebatua wadahnya dan membentuk Kara.

Isshiki adalah salah satu karakter terkuat dalam seri dunia Narulớn.Dirinya bahkan mampu bertarung melawan Naruto lớn dan Sasuke tanpage authority menerima goresan sedikit pun.


*
fanpop.com

Sama halnya dengan Momoshiki, Kaguya merupakan salah satu antagonis yang jauh lebih kuat dari shinobi mamãng cầu pun. Tak hanya berhadapan dengan Narulớn dan Sasuke, namun Kaguya juga cukup kuat untuk berhadapan dengan Tim 7 dan Obito lớn Uchiha.

Kaguya juga memiliki kekuarã untuk membuat ruang dan waktu menjadi tiadomain authority. Hal tersebut adalah sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh Momoshiki. Dengan seluruh kemampuannya, tak menutup kemungkinan bahwa Kaguya lebih kuat dari Momoshiki.

Itulah 5 karakter yang lebih kuat dari Momoshiki Otsutsuki. Menurutmu, siapage authority lagi yang dapat menandingi Momoshiki selain karakter di atas?

Baca Juga: Gak Berminat Jadi Hokage, 10 Fakta Boruto Uzumaki Putra Naruto


IDN Times Community adalah truyền thông yang menyediakan platsize untuk menulis. Secài karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.


Ditanyakan padomain authority 16 Jun 2021 | 03.16

EKSKLUSIFITAS TEOLOGIS DAN KESERUMPUNAN BAHASA2.1. "Boleh atau Tidak", Bagaimana dalil-dalil dan Konteksnya?Dan berkaichảy dengan salam lintas agama, dalam Islam sendiri ada ulama membolehkan, tetapi tidak sedikit pula ulama yang mengharamkannya.Salah satu dalil yang mengharamkan salam lintas agama, misalnya hadits riwayat Muslyên ổn No. 5789, sabdomain authority Nabi s.a.w.: لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ "Lā tabda"û al-Yahûdsla wa lā al-Nashāra bi as-salām" (Janganlah kalian memulai memberi salam kepadomain authority orang Yahudi dan Nasrani). Berdasarkan pertimbangan bahwa Islam harus menghormati non-Muslyên tetapi tidak boleh memuliakan mereka, maka dalam Hadits Bukhari No. 6259 dan Muslim No. 5789 disebutkan: إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ "Idzā sallama "alaikum ahl al-kitābi faqūlū wa "alaikum" (Apabila kaum Yahudi dan Nasrani memberi salam kepada kalian, maka jawablah: Wa "alaikum, "dan untuk kalian juga").Namun bagi ulama yang membolehkan salam kepada non-Muslyên, melihat konteks hadits di atas (sabab al-wurûd) sebagai larangan dalam situađắm đuối perang. Padomain authority waktu itu umat Islam hendak mengepung kaum Yahudi dari Bani Quraizhah, yang dinilai melanggar perjanjian Hudaibiyah. Padahal dalam Q.s. Al-Zukhruf/43:89 kepadomain authority orang kafirpun diucapkan salam: فَٱصْفَحْ عَنْهُمْ وَقُلْ سَلَٰمٌ ۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُونFashfaḥ "anhum wa qul salām, fa saufa" (Maka berpalinglah dari mereka dan katakanlah: "Salam", kelak mereka akan mengetahui). Jadi, dalam situađắm đuối damai mengucapkan salam kepadomain authority non-Musllặng diperbolehkan oleh ulama sejak generamê say sahabat, antara lain Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Abu Umamah, dan masih ada yang lainnya.Selanjutnya, bagi ulama yang melarang, mendasarkan pendapatnya dari riwayat Bukhari, seperti dikutip dalam Kitab "Adab al-Mufrad (dan disahihkan oleh Syeikh Albani), ketika sahabat Uqbah bin Amir r.a. menjawab salam seseorang dengan jawaban: و عليك و رحمة الله و بركاته "Wa "alaika wa raḥmatullahi wa barakatuh" (Dan bagimu juga serta rahmat Allah dan berkat-Nya), yang ternyata orang itu non-Muslim, maka sabda Nabi s.a.w.: إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ وَبَرَكَاتَهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ، لَكِنْ أَطَالَ اللَّهُ حَيَاتَكَ، وَأَكْثَرَ مالك، وولدك "Inna raḥmatallahi wa barakātahu "ala al-mu"minīmãng cầu, lakin adhāla llahu ḥayātaka wa aktsara mālaka wa waladak" (Sesungguhnya rahmat dan berkah Allah hanya untuk kaum beriman, tetapi semoga Allah memanjangkan umurmu, memperbanyak harta dan anakmu).Belum lagi, adomain authority sejumlah teks lain yang jelas memberi "salam" juga kepadomain authority non-Musllặng Nabi sendiri mengirimkan surat kepada banyak penguasa non-Muslim dengan mengucap salam. Misalnya, surat Nabi kepadomain authority Heraklitus diawali: سَلاَمٌ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ الهُدَى "Salāmun "ala man ittaba" al-hudā" (Kesejahteraan bagi orang yang menerima petunjuk), sedangkan kepadomain authority Najasyi al-Assi diucapkan: سَلاَمٌ عليك"Salāmun "alaika" (Kesejahteraan bagimu). Berdasarkan salam Nabi kepadomain authority penguasa non-Musllặng itu, ada pula yang berpendapat bahwa boleh mengucap salam tetapi formulanya harus berbunyi: سَلاَمٌ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ الهُدَى "Salāmun "ala man ittaba" al-hudā" (Kesejahteraan bagi orang yang menerima petunjuk). Jadi, salam hanya diberikan bagi mereka yang mau menerima petunjuk kepada Islam.Lho, bukankah kepada Najasyi al-Asmê mẩn, Nabi mengucapkan: سَلاَمٌ عليك "Salāmun "alaika" (Kesejahteraan bagimu)? "Karemãng cầu Najasyi akhirnya masuk Islam", jawab mereka yang tetap menolak memberi salam kepadomain authority non-Musllặng. Jadi, boleh mendoakan panjang umur, murah sandang pangan dan banyak keturunan, tetapi rahmat dan berkah Allah hanya untuk Islam. Karemãng cầu itu, adomain authority pula yang berpendapat, tidak mengapa mengucapkan salam kepada non-Muslyên, asal saja tanpa و رحمة الله و بركاته "wa raḥmatullahi wa barakātuh" (serta rahmat dan berkat-Nya).Lalu apakah panjang umur bukan rahmat Allah, dan banyak rezeki atau banyak anak bukan termasuk berkah-Nya? Tinggal bagaimana masing-masing kita mendefinisikan kata "salam", "berkat", dan "rahmat" tersebut, bukan? "Bukankah kaum non-muslyên ổn juga berkata rahmat dan kasih sayang Allah?”, tulis Al-Sya"bī seperti dicatat dalam Tafsir al-Qasimày 3/244. Menurut Tafsir al-Qurthubi, sahabat Abu Umamah al-Bahili, setiap kali berjumpage authority dengan seseorang, baik muslim atau non-musllặng, selalu mengucap salam. "Agama", katanya, "selalu mengajar kita untuk menebar salam kedamaian" (Tafsir al-Qurthubi, 11/111Dalam al-Qur"an, al-Ra"d/14:24, digambarkan para ahli surga disambut malaikat dengan سَلَامٌ عَلَيْكُمْ "Salāmun "alaikum" (Kesejahteraan atas kalian). Dalam "Haggadah Pesaḥ" (Liturgi Paskah) Yahudi, ungkapan salam שָׁלוֹם עֲלֵיכֶם "Shalóm "aleikhem", juga dikaitkan dengan malalikat: שָׁלוֹם עֲלֵיכֶם מַלְאֲכֵי הַשָּׁרֵת מַלְאֲכֵי עֶלְיוֹן "Shalóm "aleikhem malakhei HaSharet malakhei "Elyon" (Kesejahteraan bagimu sesở hữu, wanhì para malaikat yang melayani, para malaikat dari Yang Mahatinggi). Dengan Luk. 2:14, teks Peshitta, maka kita pun bisa membayangkan nyanyian para malaikat ketika memberitakan kelahiran Yesus kepada para gembala, pasti menyapanya dengan ܫܠܳܡܳܐ "shlamā" dalam bahasa Aramaik, bahasa sehari-hari mereka: ܬ݁ܶܫܒ݁ܽܘܚܬ݁ܳܐ ܠܰܐܠܳܗܳܐ ܒ݁ܰܡܪܰܘܡܶܐ ܘܥܰܠ ܐܰܪܥܳܐ ܫܠܳܡܳܐ ܘܣܰܒ݂ܪܳܐ ܛܳܒ݂ܳܐ ܠܰܒ݂ܢܰܝ ܐ݈ܢܳܫܳܐ "Tishbūhtā l"Alaha b"amraume w"al ar"ā Shlamā wsabrā tabā labnai nashā" (Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Mahatinggi dan sejahtera di bumày bagi orang-orang yang berharapan baik).Dengan teks Alkitab Peshitta Syriac/Aramaik, sejumlah ungkapan dalam teks asli Yunani, bahasa yang juga eksis sebasợi "lingua franca" pada abad pertama, menemukan kembali konteks aslinya, yaitu "bahasa asli" Yesus dan para rasul-Nya di Galilea. Begitu juga, dengan terjemahan al-Quran bahasa Ibrani, kisah para nabi Ibrani, kini kembali mendapatkan nama-nama dan bahasa asli mereka. So, Ibrahim pasti tidak mengucap salam dalam bahasa Arab سَلَامٌ عَلَيْكَ "Salāmun "alaika" (Q.s. Maryam/19:47), karemãng cầu padomain authority zaman Ibrahlặng bahasa Arab belum eksis dipakai. Jadi, lebih mungkin Ibrahlặng mengucapkan שָׁלוֹם "Shalom". Salah satu contoh saja, dalam al-Qur"an terjemahan Ibrani, kata سَلَامٌ "salām" diterjemahkan menjadi שָׁלוֹם "Shalóm". Q.s. Yasin/36:89 dalam bahasa aslinya: سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ "Salām, qaulan min rabb ar-raḥīm" (“Salam" sebagai ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang), diterjemahkan שָׁלוֹם האמרה אליהם מאת אלהים רחוּם "Shalóm ha-imerah aleihem meet elohīm raḥūm" ("Shalóm" sebasợi ucapan dari Allah Yang Maha Penyayang).Hiduplah berdampingan dengan Rukun, Tuhan gak pernah suka dengan orang Rasisme. Tuhan juga gak pernah meridhoi agama tertentu.


Bài viết liên quan

Trả lời

Email của bạn sẽ không được hiển thị công khai. Các trường bắt buộc được đánh dấu *